News Lolak – Produk Halal Indonesia AS menjadi fokus pembahasan saat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersilaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi standar dan kepentingan produk halal Indonesia dalam kerja sama dagang dengan Amerika Serikat.

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah memasukkan aspek jaminan halal sebagai bagian penting dalam pembahasan perjanjian dagang Indonesia-AS. Ia memastikan tim negosiasi memperjuangkan pengakuan dan perlindungan sertifikasi halal agar pelaku usaha nasional tetap memiliki daya saing di pasar global.
Baca Juga : BHR Ojol Rp 220 Miliar, Cair buat 850 Ribu Mitra
Produk Halal Indonesia AS, menurut Airlangga, memiliki potensi besar karena pasar halal dunia terus tumbuh. Ia mendorong sinergi antara pemerintah dan MUI untuk memperkuat sistem sertifikasi, pengawasan, serta promosi produk halal ke mancanegara. Ia juga meminta pelaku usaha meningkatkan kualitas produksi agar mampu memenuhi standar internasional.
Dalam dialog tersebut, MUI menyampaikan sejumlah masukan terkait penguatan regulasi dan perlindungan konsumen Muslim. Airlangga merespons dengan komitmen konkret untuk menjaga integritas label halal Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan prinsip syariah dalam setiap kesepakatan perdagangan.
Airlangga juga menilai kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat membuka peluang ekspor lebih luas bagi produk makanan, minuman, kosmetik, dan farmasi halal. Ia mengajak pelaku industri memanfaatkan peluang tersebut dengan memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan inovasi produk.
Melalui silaturahmi ini, pemerintah memperkuat koordinasi dengan MUI demi memastikan Produk Halal Indonesia AS tetap terlindungi dan berkembang. Airlangga menekankan bahwa perlindungan produk halal bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan kedaulatan standar nasional.