Waspada! Hujan Lebat Akan Guyur Sulawesi Utara pada 19-21 Agustus 2025
News Lolak– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada 19-21 Agustus 2025. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas sehari-hari.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Berdasarkan rilis terbaru BMKG pada Selasa (19/8/2025) pukul 08.13 WITA, berikut daftar daerah yang masuk dalam level waspada selama tiga hari ke depan:
Selasa, 19 Agustus 2025
-
Kota Manado
-
Kota Tomohon
-
Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara
-
Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan
-
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
-
Kepulauan Talaud
Rabu, 20 Agustus 2025
-
Kota Manado, Kota Tomohon
-
Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan
-
Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan
-
Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud
Kamis, 21 Agustus 2025
-
Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon
-
Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara
-
Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud
Meskipun tidak ada wilayah yang masuk dalam level siaga atau awas, BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Partai Perindo Sulut Perkuat Struktur, 5 DPD di Bolaang Mongondow Raya Resmi Dilantik
Hujan lebat dalam beberapa hari berturut-turut dapat memicu beberapa risiko, antara lain:
-
Banjir – Terutama di daerah dataran rendah dan wilayah dengan drainase buruk.
-
Tanah Longsor – Wilayah perbukitan dan lereng curam perlu waspada terhadap pergerakan tanah.
-
Gangguan Transportasi – Genangan air dapat menghambat arus lalu lintas, termasuk di jalan tol dan jalan utama.
-
Potensi Angin Kencang & Petir – Hujan lebat seringkali disertai dengan cuaca ekstrem lainnya.
Kenapa Hujan Lebat Terjadi?
Menurut analisis BMKG, fenomena ini dipengaruhi oleh:
-
Peningkatan kelembaban udara dari perairan sekitar Sulawesi.
-
Aktivitas konvektif (awan hujan) yang intens di wilayah Sulut.
-
Pengaruh angin muson dan gangguan cuaca skala lokal.
Masyarakat Sulawesi Utara diminta untuk tidak panik tetapi tetap siaga. Dengan mempersiapkan diri dan mengikuti perkembangan informasi cuaca, dampak buruk dari hujan lebat dapat diminimalisir.
“Lebih baik mencegah daripada menanggung akibat,” pesan Kepala BMKG Stasiun Sam Ratulangi Manado.








