Disdikbud Bolsel Gelar Seleksi OSN 2025: Wadah Mencetak Generasi Emas di Era Globalisasi
News Lolak– Olimpiade Sains Nasional (OSN) kembali menjadi ajang bergengsi bagi siswa-siswi berprestasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bolsel resmi menggelar seleksi OSN tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara daring. Kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan juga langkah strategis untuk membentuk generasi unggul yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global.
Menggali Potensi Siswa Melalui OSN
OSN merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang sains, sekaligus memacu semangat belajar untuk meraih prestasi tertinggi. Pada tahun 2025 ini, Disdikbud Bolsel kembali mengadakan seleksi dengan partisipasi yang cukup menggembirakan.
Untuk jenjang SD, sebanyak 15 peserta dari berbagai sekolah turut berkompetisi, antara lain:
-
SDN Sondana (2 peserta)
-
SDN Biniha (5 peserta)
-
SDN Bakida (2 peserta)
-
MIN 2 Bolsel (6 peserta)
Sementara itu, seleksi untuk jenjang SMP akan dilaksanakan pada 13-14 Agustus 2025, dengan peserta dari:
-
SMPN Molibagu (6 peserta)
-
SMP Adow (2 peserta)
-
SMP Sinombayuga (2 peserta)
-
MTSN I Bolsel (1 peserta)
-
MTS 4 Bolsel (3 peserta)
OSN: Lebih dari Sekadar Perlombaan
Kepala Disdikbud Bolsel, Rante Hattani, S.Pd, M.Si, menegaskan bahwa OSN bukan hanya tentang meraih medali, melainkan juga sebagai wadah untuk mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing global.

Baca Juga: Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport
“Melalui OSN ini, kami terus berupaya menggali dan mengembangkan minat serta bakat peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Harapannya, mereka mampu menjadi pemenang di era globalisasi yang penuh tantangan ini,” ujar Rante Hattani.
Pernyataan tersebut diamini oleh Abdul Ahmad Pakaya, Kepala Seksi Peserta Didik & Pembangunan Karakter Dikdas, yang menekankan bahwa OSN harus dipandang sebagai tolok ukur hasil pembelajaran siswa di sekolah.
“Ini bukan sekadar lomba untuk mendapatkan hadiah, melainkan ajang pembuktian sejauh mana proses belajar mereka selama ini. Kami berharap, siswa-siswi Bolsel bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tegas Abdul Ahmad.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Mendukung Prestasi Anak
Keberhasilan seorang siswa tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama guru dan orang tua. Abdul Ahmad Pakaya menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam memotivasi anak untuk berprestasi.
“Tumbuh kembang siswa harus didukung penuh oleh guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Hanya dengan sinergi yang kuat, kita bisa menyiapkan generasi yang kelak berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tuturnya.
Dengan semangat “Bolsel Berprestasi”, Disdikbud Bolsel berkomitmen untuk terus mendorong siswa-siswinya agar tidak hanya berjaya di tingkat provinsi, tetapi juga meraih penghargaan di tingkat nasional bahkan internasional.
“Kami yakin, dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, anak-anak Bolsel bisa menjadi duta sains yang membanggakan,” pungkas Rante Hattani.
Seleksi OSN 2025 yang digelar Disdikbud Bolsel menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi emas yang cerdas dan berkarakter. Melalui ajang ini, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang siap bersaing di kancah yang lebih luas, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengukir prestasi.








