, ,

Gudang Produksi Gula Merah di Tulungagung Ludes Terbakar Kerugian Capai Rp 70 Juta

by -187 Views

News Lolak– Musibah kebakaran kembali melanda wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kali ini sebuah gudang produksi gula merah milik Budi Santoso, warga Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, hangus dilalap api pada Kamis malam (25/9/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Bangunan gudang yang sehari-hari digunakan untuk menyimpan tumpukan sepeh tebu kering itu rata dengan tanah setelah dilahap api. Tak hanya gudang, seluruh bahan baku pembuatan gula merah juga ikut habis terbakar. Petugas kepolisian mencatat, total kerugian akibat kejadian ini mencapai kurang lebih Rp 70 juta.

Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik

Kapolsek Sumbergempol, AKP Anshori, menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik pada mesin pompa air yang digunakan untuk mengisi kolam ikan di belakang gudang.

“Pemilik rumah awalnya mendengar suara ikan di kolam meloncat-loncat. Saat dicek, ternyata sudah terlihat api yang membesar di area belakang gudang. Dalam hitungan menit, api langsung menyambar tumpukan sepeh tebu kering yang ada di dalam gudang,” terang Anshori.

Besarnya tumpukan bahan baku yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha membantu dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terlalu besar untuk ditangani tanpa bantuan petugas damkar.

Pemadaman Butuh Waktu Lebih dari 4 Jam

Tak lama setelah laporan masuk, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung dikerahkan ke lokasi. Petugas damkar bersama aparat kepolisian dan warga sekitar bahu-membahu memadamkan api.

Namun, karena gudang dipenuhi tumpukan sepeh tebu kering yang menumpuk cukup tinggi, proses pemadaman berlangsung sangat sulit. Bara api terus muncul dari sela-sela tumpukan meski air telah disemprotkan berkali-kali.

“Pemadaman ini memakan waktu cukup lama, sekitar empat jam lebih. Tumpukan sepeh tebu harus diurai satu per satu supaya bara api benar-benar padam. Kalau tidak diurai, api bisa menyala lagi,” jelas petugas damkar Tulungagung, Atmojo Wahyu Nugroho.

Hingga Jumat dini hari (26/9/2025), petugas damkar dan kepolisian masih melakukan pemantauan serta pendinginan di lokasi untuk mencegah api muncul kembali. Warga sekitar juga turut membantu mengurai sisa tumpukan bahan baku yang masih berasap.

Mesin Produksi Selamat

Gudang Produksi Gula Merah di Tulungagung Ludes Terbakar, Kerugian Rp 70 Juta - LIDIK ID

Baca Juga: Fahmi Bo Lunasi Tunggakan BPJS Rp6,2 Juta Berkat Solidaritas Teman TikTok

Meski hampir seluruh gudang beserta bahan baku ludes terbakar, beruntung mesin penggilingan tebu milik Budi Santoso tidak ikut terbakar. Hal ini karena mesin sedang dalam tahap perbaikan di tempat teknisi beberapa hari terakhir.

“Yang terbakar hanya gudang tumpukan sepeh tebu. Untuk mesin produksi tidak ikut terbakar karena sedang dibawa untuk diperbaiki,” ungkap Kapolsek Anshori.

Dampak Bagi Produksi Gula Merah

Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi pemilik usaha. Budi Santoso dikenal sebagai salah satu pengrajin gula merah di Desa Sambijajar yang selama ini mempekerjakan sejumlah warga sekitar. Gudang tersebut menjadi tempat utama penyimpanan bahan baku sekaligus titik awal proses produksi gula merah sebelum didistribusikan ke pasaran.

Dengan habisnya gudang dan bahan baku, praktis aktivitas produksi harus terhenti sementara. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada pasokan gula merah lokal di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.