News Lolak– Momen menarik terjadi saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Kuala Lumpur Convention Centre (KLOCC) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-47 ASEAN. Saat upacara penyambutan, pembawa acara yang bertugas justru keliru memanggil nama Presiden Prabowo sebagai “Presiden ke-7 Joko Widodo”, bukan “Presiden ke-8 Prabowo Subianto”.
Kesalahan penyebutan itu sontak menarik perhatian tamu undangan dan awak media yang meliput di lokasi. Namun, alih-alih menunjukkan reaksi kaku atau tersinggung, Prabowo tampak tersenyum santai, turun dari mobil kepresidenan, lalu menyambut hangat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang berdiri di depan karpet merah.
Keduanya berjabat tangan akrab dan sempat berbincang singkat sebelum memasuki gedung utama tempat pertemuan para pemimpin ASEAN berlangsung. Sikap tenang dan berwibawa Prabowo menuai pujian, baik dari media lokal Malaysia maupun para jurnalis internasional yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Langkah Diplomasi Perdana Prabowo di Forum ASEAN
Kehadiran Prabowo di KTT ASEAN Malaysia menjadi momen diplomasi internasional pertama dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI, setelah resmi dilantik menggantikan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2024 lalu.
Dalam agenda resmi, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri serangkaian 25 pertemuan penting yang menjadi bagian dari rangkaian KTT Ke-47 ASEAN. Di antaranya, KTT Ke-28 ASEAN Plus Three (China, Jepang, dan Korea Selatan), KTT Ke-20 Asia Timur (East Asia Summit), serta KTT ASEAN-PBB.
Selain itu, ia juga akan menghadiri KTT Peringatan ASEAN-Selandia Baru, yang digelar untuk menandai 50 tahun hubungan kemitraan ASEAN dengan Selandia Baru.
Fokus Pembahasan: Energi, Gaza, dan Timor Leste

Baca Juga: Ibu Suri Ratu Sirikit Tutup Usia Upacara Kerajaan Disiapkan di Grand Palace
KTT kali ini dinilai akan menjadi tonggak sejarah baru bagi ASEAN. Salah satu agenda paling penting adalah pengukuhan resmi Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN, setelah lebih dari satu dekade berproses.
Selain isu keanggotaan, pertemuan para pemimpin ASEAN juga menyoroti isu global dan kawasan yang tengah menjadi perhatian dunia. Beberapa topik utama yang dibahas antara lain:
-
Pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai di kawasan Asia Tenggara.
-
Posisi dan sikap bersama ASEAN terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza, Palestina.
-
Peningkatan konektivitas energi lintas batas, termasuk kesepakatan mengenai pembangunan jaringan listrik terintegrasi di kawasan ASEAN.
-
Isu perdagangan inklusif, ekonomi digital, dan transisi energi bersih.
Pada tingkat menteri, pertemuan ini juga menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, di antaranya terkait integrasi ekonomi digital, pembangunan infrastruktur hijau, serta penguatan ketahanan energi regional.
Hubungan Erat Indonesia–Malaysia Jadi Sorotan
Pertemuan hangat antara Prabowo dan Anwar Ibrahim juga menjadi simbol hubungan baik Indonesia dan Malaysia, dua negara besar di Asia Tenggara yang memiliki sejarah panjang kerja sama di berbagai sektor.
Dalam sesi bilateral, kedua pemimpin dijadwalkan membahas isu-isu penting seperti perlindungan pekerja migran, peningkatan nilai perdagangan bilateral, hingga kerja sama pertahanan dan ketahanan pangan.








