, ,

Ratusan Siswa di Sumbawa Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

by -81 Views

News Lolak– Suasana haru sekaligus panik menyelimuti Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ratusan siswa dari berbagai sekolah tiba-tiba mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di sekolah masing-masing.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.00 WITA itu membuat orang tua dan guru panik. Mereka bergegas membawa para siswa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sejumlah siswa dirawat di Puskesmas Empang dan Puskesmas Tarano, sementara sebagian lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis awal.

Ratusan Siswa Jadi Korban

Sekretaris Desa Gapit, Kecamatan Empang, Buhyar, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, jumlah siswa yang terindikasi keracunan cukup besar dan berasal dari beberapa sekolah di wilayah itu.

“Data sementara, ada 94 siswa dari MTsN 2 Sumbawa, 20 siswa MIN 3 Sumbawa, 11 siswa MAN 3 Sumbawa, dan 2 siswa SMPN 3 Empang yang mengalami gejala keracunan,” ungkap Buhyar.

Ia menambahkan, hampir semua siswa mengeluhkan hal yang sama: mual, muntah, sakit perut, dan mencret setelah memakan menu MBG.

“Mereka kebetulan keluarga dan warga saya. Barusan saya menjenguk mereka di Puskesmas Empang, sebagian masih dirawat, sebagian sudah dipulangkan,” imbuhnya.

Menu Makan Bergizi Gratis Disorot

90 Siswa di MTsN 2 Sumbawa Diduga Keracunan MBG, Kepsek: Gejalanya Muntah dan Diare

Baca Juga: Polemik Ijazah Capres KPU U-Turn Setelah Dikritik Publik

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi siswa sekolah. Namun, insiden ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar kebersihan dan keamanan makanan yang dibagikan.

Hingga kini, pihak berwenang belum merilis detail menu apa yang menyebabkan keracunan massal tersebut. Namun, kecurigaan kuat mengarah pada makanan MBG yang dibagikan bersamaan di beberapa sekolah.

Kondisi Terkini dan Penanganan

Pantauan di lapangan, sejumlah siswa tampak masih lemas saat dirawat di puskesmas. Para tenaga medis bekerja ekstra untuk menangani banyaknya pasien dalam waktu singkat. Beberapa siswa yang kondisinya membaik sudah dipulangkan untuk menjalani rawat jalan.

“Kami terus memantau kondisi mereka. Yang perlu infus dan perawatan intensif masih kami rawat di puskesmas,” ujar salah satu tenaga medis di Puskesmas Empang.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.